Beda Gaya Balap Marquez dan Pedrosa

Posted on

Tim repsol honda telah mengumumkan gugusan pembalap mereka buat isu terkini 2019. Tim orisinil pabrik ini akan memadukan 2 kampiun dunia marc marquez serta Jorge Lorenzo.

Manajer tim repsol honda alberto puig berkata, kehadiran ke 2 pembalap tadi akan menjadi tantangan tersendiri bagi timnya. Kedua pembalap mempunyai keinginan buat menang serta berkarakter bertenaga.

“Tim terkuat menginginkan pembalap terbaik. Kami melihat ini menjadi kesempatan. Saya tidak tahu bagaimana tim lain akan menangani keduanya, mungkin mereka akan melakukannya menggunakan tidak sama. Akan tetapi honda sudah bersiap buat menyampaikan motor terbaik buat mereka, tentu ini tidak akan simpel,” ucap puig mirip dikutip asal speedweek.com, sabtu (21/7/2018).

Puig mengungkapkan dirinya sedang membuat tim buat jorge lorenzo. Repsol honda tidak bernegosiasi dengan poly pembalap (tentang keputusan mencari pembalap baru), serta akhirnya memutuskan buat mencoba ilham buat menjalani musim depan menggunakan lorenzo.

Beda Gaya Balap Marquez dan Pedrosa

Puig menambahkan, antara Dani Pedrosa dan Marc Marquez punya disparitas gaya mengendarai kendaraan yang sangat tidak sinkron. Pengembangan sepeda motor honda selama ini sejalan dengan gaya mengendarai kendaraan Marquez. Gaya mengendarai kendaraan marquez yang Agresif dan Gaya berkendara lorenzo yg nantinya dibutuhkan dapat memberikan masukan berharga untuk honda.

Direktur honda racing ( hrc) dan gm race operation tetsuhiro kuwata memandang disparitas antara gaya mengendarai kendaraan pedrosa serta marquez menyampaikan sudut pandang tidak selaras buat pengembangan motor.

“Bila kami menciptakan motor yang rupawan buat marquez dan pedrosa, kami mempunyai potensi tinggi. Kami juga mengincar kejuaraan tahun depan. Kami ingin menghadirkan mesin yg mampu berkompetisi pada level tertinggi,” ucap kuwata.

Puig menambahkan, antara pedrosa dan lorenzo memiliki kesamaan cara berkendara yakni keduanya tidak proaktif atau lebih terkesan lembut. Lorenzo memiliki gaya mengendarai kendaraan yang sempurna, dengan cara membangun lebih banyak kecepatan pada tikungan.

“Pedrosa indah di tikungan dan setting mesin. Bila kami mempunyai 2 rider yg mempunyai 2 gaya berkendara tidak selaras, itu akan berguna sebab dari situ kita akan banyak mengetahui majemuk hal. Tim teknis akan belajar banyak asal para pembalap. Kita tunggu saja bagaimana lorenzo saat menunggangi honda,” ucap puig.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *